Hubungan antara individu dan masyarakat
-Individu
Kata “individu” berasal dari kata latin, yaitu individiuum, “berarti “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan – kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
-Masyarakat
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
-Hubungan Individu dengan Masyarakat
Masyarakat merupakan satuan lingkungan sosial yang bersifat makor. Aspek teritorium kurang ditekankan. Namun aspek keteraturan sosial dan wawasan hidup kolektif memperoleh bobo yang lebih besar. Kedua aspek itu munjuk kepada derajat integrasi masyarakat karena keteraturan esensial dan hdup kolektif ditentukan oleh kemantapan unsur – unsur masyarakat yang terdiri dari pranat, status, dan peranan individu. Variabel – variabel tersebut dipakai dalam mengkaji dan menjelaskan fenomena masyarakat menurut persepsi makro.
Sifat makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu – individu.
Hubungan individu dengan masyarakat dalam persepsi makro lebih bersfiat sebagai abstraksi. Kejahatan dalam masyarakat mako merupakan gejala yang menyimpang dari norma keteraturan sosial, sekaligus dapat berperan sebagai indikator tinggi – rendahnya keamanan lingkungan untuk penghuni dan golongan masyarakat dari status tersebut.
Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu(1).
Selanjutnya, perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya(2). Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9. Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Kemudian definisi dari kata keluarga itu sendiri adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu , memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan karakter dari perilaku suatu individu dalam perkembangannya sebagi makhluk social(3).
Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu. Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial(4).
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1. Masyarakat non industri
Terbagi menjadi dua kelompok :
a. Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
2. Masyarakat industri
Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contohnya : tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb(5).
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat(6).
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.
sumber : http://ervannur.wordpress.com/2010/10/16/
Wednesday, 9 February 2011
Sunday, 9 January 2011
anak jalanan
Kisah anak jalanan
Pengertian Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang
mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.
Jalanan punya arti,jalanan punya kehidupan, jalanan punya harapan, jalanan punya nurani…Jalanan tidak sendiri… dan tidak semua anak jalanan itu .. akibat pengaruh dari ekonomi,
Menurut saya anak jalanan itu bisa dari faktor broken home, ekonomi , solidaritas , Mencari kesenangan , penasaran dan ada juga perkelompok.
Saya akan menjelaskan tentang anak jalanan/ pengamen.
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atau anak jalanan?
Dan Menurut UUD 1945, “anak terlantar itu dipelihara oleh negara”. Artinya pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan. Hak-hak asasi anak terlantar dan anak jalanan, pada hakekatnya sama dengan hak-hak asasi manusia pada umumnya, seperti halnya tercantum dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Right of the Child (Konvensi tentang hak-hak Anak). Mereka perlu mendapatkan hak-haknya secara normal sebagaimana layaknya anak, yaitu hak sipil dan kemerdekaan (civil righ and freedoms), lingkungan keluarga dan pilihan pemeliharaan (family envionment and alternative care), kesehatan dasar dan kesejahteraan (basic health and welfare), pendidikan, rekreasi dan budaya (education, laisure and culture activites), dan perlindungan khusus (special protection).
Menurut pengalaman saya , yang saya dapat anak jalanan itu selalu senang , pantang menyerah , terus terus dan terus berjuang , dan saya teringat dengan satu kata “ SOLIDARITAS TANPA BATAS” apabila ada satu anak jalanan itu diserang /dipukuli maka teman-temannya siap membantu ,
dan satu pesan terakhir dari saya :
“JANGAN PERNAH MENGUCILKAN ANAK JALANAN” (ANAK JALANAN JUGA MANUSIA PUNYA HATI NURANI DAN PERASAAN)
Pengertian Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang
mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.
Jalanan punya arti,jalanan punya kehidupan, jalanan punya harapan, jalanan punya nurani…Jalanan tidak sendiri… dan tidak semua anak jalanan itu .. akibat pengaruh dari ekonomi,
Menurut saya anak jalanan itu bisa dari faktor broken home, ekonomi , solidaritas , Mencari kesenangan , penasaran dan ada juga perkelompok.
Saya akan menjelaskan tentang anak jalanan/ pengamen.
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atau anak jalanan?
Dan Menurut UUD 1945, “anak terlantar itu dipelihara oleh negara”. Artinya pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan. Hak-hak asasi anak terlantar dan anak jalanan, pada hakekatnya sama dengan hak-hak asasi manusia pada umumnya, seperti halnya tercantum dalam UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Right of the Child (Konvensi tentang hak-hak Anak). Mereka perlu mendapatkan hak-haknya secara normal sebagaimana layaknya anak, yaitu hak sipil dan kemerdekaan (civil righ and freedoms), lingkungan keluarga dan pilihan pemeliharaan (family envionment and alternative care), kesehatan dasar dan kesejahteraan (basic health and welfare), pendidikan, rekreasi dan budaya (education, laisure and culture activites), dan perlindungan khusus (special protection).
Menurut pengalaman saya , yang saya dapat anak jalanan itu selalu senang , pantang menyerah , terus terus dan terus berjuang , dan saya teringat dengan satu kata “ SOLIDARITAS TANPA BATAS” apabila ada satu anak jalanan itu diserang /dipukuli maka teman-temannya siap membantu ,
dan satu pesan terakhir dari saya :
“JANGAN PERNAH MENGUCILKAN ANAK JALANAN” (ANAK JALANAN JUGA MANUSIA PUNYA HATI NURANI DAN PERASAAN)
KERJA BAKTI
KERJA BAKTI…
Selama 3 tahun Tinggal di purwokerto, begitu banyak hal-hal yang saya alami dan semua membuat saya takjub dan terheran - heran. Salah satunya adalah betapa ramah dan kompaknya orang sini (boleh ya saya menggunakan istilah “orang sini” untuk masyarakat Norway, untuk memudahkan saja). Dulu yang ada di benak saya adalah bahwa mereka ini tipikal manusia - manusia individualis yang tak acuh dengan masyarakat sekitarnya. Mungkin malah mereka saling tidak kenal dengan tetangga.
Ternyata saya salah. Selama ini, jangankan tetangga sebelah kiri, kanan, depan atau belakang, bahkan orang yang sama sekali tidak kenal pun selalu terlihat ramah, sopan dan murah senyum. Untuk hal ini, saya merasakan perbedaan dengan pengalaman 15 tahun bergaul dengan orang - orang Jakarta yang memang terkenal arogan dan acuh tak acuh, apalagi terhadap orang asing/belum dikenal.
Setiap bertemu tetangga di jalan, kami selalu berusaha berhenti sejenak untuk sekedar mengucapkan “hay , halo, apa kabar?”.
Dan sekarang saya baru tahu Bahwa di komplek rumah saya memiliki komunitas dan kelompok yang unik,, apa itu???yaitu kelompok untuk membersihkan TONG SAMPAH, apakah anda penah terpikirkan??
Bahwa kerja bakti disini itu menurut nama komplek, dari A-Z
Dan sampai saat ini saya tak habis pikir untuk apa tempat sampah umum perlu dibersihkan segala?
Dibersihkan dalam arti: dicuci dengan air dan sabun, lalu disikat sampai bersih dan baunya (relatif) lebih “wangi”. Kegiatan ini dilakukan setelah tong sampah dikosongkan oleh tukang yang membersihkan di sini pagi harinya. Jumlah tong sampah yang harus dicuci ada 3 dengan ukuran lumayan besar (jadi perlu fisik yang cukup kuat untuk mengangkat dan menggelindingkan rodanya). Rata - rata setiap warga menjalani pekerjaan tidak trendi ini setiap 5 bulan sekali. So, it’s not so bad.
Namun tetap saja saya pikir, toh setelah dibersihkan, tong - tong tersebut langsung diisi lagi dengan tumpukan sampah baru. Jadi untuk apa? Alasan mereka tentu saja demi kenyamanan bersama karena tong sampah baunya tidak enak (mana ada tong sampah yang baunya harum ya?). Tapi ya sudahlah. Sebagai orang baru, kita ikuti saja aturan main yang berlaku. Toh bukan kami saja yang wajib mengerjakan ini. Di sini semua sama rata sama rasa (ciri khas negara sosialis).
Jadi, meskipun tidak benar - benar mengosongkan tempat sampah dan membuang sampahnya ke TPA, saya jadi punya rasa respek yang lebih terhadap para tukang sampah. Siapa yang punya impian berkarir sebagai tukang sampah? Mencium aromanya saja pasti kita langsung menutup hidung.
Memang pekerjaan tadi tidak menyenangkan. Tapi kali ini saya rasa sedikit “terhibur” karena kehadiran dya yang selalu setia menemani dan membantu Bundanya. Juga tetangga saya yang sangat baik, Margerit, kali ini dengan senang hati membantu saya sekedar mengisi air di ember dan mengangkat tong sampah yang memang tidak ringan. Jadi, kali ini judulnya memang betul - betul kerja bakti ^-^ yah lumayan, meskipun bermain dengan sampah dan kotoran-kotorannya jadi saya tahu , dan mendapat teman lebih banyak, dari hasil kerja bakti ini
Selama 3 tahun Tinggal di purwokerto, begitu banyak hal-hal yang saya alami dan semua membuat saya takjub dan terheran - heran. Salah satunya adalah betapa ramah dan kompaknya orang sini (boleh ya saya menggunakan istilah “orang sini” untuk masyarakat Norway, untuk memudahkan saja). Dulu yang ada di benak saya adalah bahwa mereka ini tipikal manusia - manusia individualis yang tak acuh dengan masyarakat sekitarnya. Mungkin malah mereka saling tidak kenal dengan tetangga.
Ternyata saya salah. Selama ini, jangankan tetangga sebelah kiri, kanan, depan atau belakang, bahkan orang yang sama sekali tidak kenal pun selalu terlihat ramah, sopan dan murah senyum. Untuk hal ini, saya merasakan perbedaan dengan pengalaman 15 tahun bergaul dengan orang - orang Jakarta yang memang terkenal arogan dan acuh tak acuh, apalagi terhadap orang asing/belum dikenal.
Setiap bertemu tetangga di jalan, kami selalu berusaha berhenti sejenak untuk sekedar mengucapkan “hay , halo, apa kabar?”.
Dan sekarang saya baru tahu Bahwa di komplek rumah saya memiliki komunitas dan kelompok yang unik,, apa itu???yaitu kelompok untuk membersihkan TONG SAMPAH, apakah anda penah terpikirkan??
Bahwa kerja bakti disini itu menurut nama komplek, dari A-Z
Dan sampai saat ini saya tak habis pikir untuk apa tempat sampah umum perlu dibersihkan segala?
Dibersihkan dalam arti: dicuci dengan air dan sabun, lalu disikat sampai bersih dan baunya (relatif) lebih “wangi”. Kegiatan ini dilakukan setelah tong sampah dikosongkan oleh tukang yang membersihkan di sini pagi harinya. Jumlah tong sampah yang harus dicuci ada 3 dengan ukuran lumayan besar (jadi perlu fisik yang cukup kuat untuk mengangkat dan menggelindingkan rodanya). Rata - rata setiap warga menjalani pekerjaan tidak trendi ini setiap 5 bulan sekali. So, it’s not so bad.
Namun tetap saja saya pikir, toh setelah dibersihkan, tong - tong tersebut langsung diisi lagi dengan tumpukan sampah baru. Jadi untuk apa? Alasan mereka tentu saja demi kenyamanan bersama karena tong sampah baunya tidak enak (mana ada tong sampah yang baunya harum ya?). Tapi ya sudahlah. Sebagai orang baru, kita ikuti saja aturan main yang berlaku. Toh bukan kami saja yang wajib mengerjakan ini. Di sini semua sama rata sama rasa (ciri khas negara sosialis).
Jadi, meskipun tidak benar - benar mengosongkan tempat sampah dan membuang sampahnya ke TPA, saya jadi punya rasa respek yang lebih terhadap para tukang sampah. Siapa yang punya impian berkarir sebagai tukang sampah? Mencium aromanya saja pasti kita langsung menutup hidung.
Memang pekerjaan tadi tidak menyenangkan. Tapi kali ini saya rasa sedikit “terhibur” karena kehadiran dya yang selalu setia menemani dan membantu Bundanya. Juga tetangga saya yang sangat baik, Margerit, kali ini dengan senang hati membantu saya sekedar mengisi air di ember dan mengangkat tong sampah yang memang tidak ringan. Jadi, kali ini judulnya memang betul - betul kerja bakti ^-^ yah lumayan, meskipun bermain dengan sampah dan kotoran-kotorannya jadi saya tahu , dan mendapat teman lebih banyak, dari hasil kerja bakti ini
Tuesday, 14 December 2010
Jumlah Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Pertumbuhan Penduduk Lokal
PENDUDUK LOKAL
Kita ambil salah satunya penduduk lokal didaerah bojonegoro . Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh Sungai Bengawan Solo dari barat sampai ke timur. Sektor petanian mempunyai dominasi yang cukup besar dalam meningkatkan potensi daerah. Salah satu potensi yang dimiliki kabupaten Bojonegoro adalah kayu jati yang dapat diolah menjadi karya – karya seni ukir, mebel dan kerajinan tangan. Adapun desa-desa yang termasuk dalam lokasi proyek CPF blok Migas Cepu adalah Bonorejo, Gayam, Brabohan, Ringin Tunggal, Mojodelik, dan Begadon. Semuanya berada di Kecamatan Ngasem. Semakin tipisnya minyak bumi menyebbkan harganya semakin meningkat serta potensi Blok Migas Cepu berada berada di wilayah Bojonegoro dan Jawa Tengah dengan potensi cadangan minyak bumi cadangan minyak mentah sampai 250 juta barrel dengan nilai produksi harian antara 140-200 ribu barrel/hari dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian nasional.
Proses Konversi
Rencana awal pengembangan blok cepu secara umum mulai dari tahap eksplorasi sampai pengapalan minyak di lepas pantai Tuban dengan melalui jaringan pipa di darat (Onshoer) sepanjang 76 kilometer serta jaringan pipa di laut (offshore) sepanjang 26 km. Setelah itu minyak akan diolah di Cilacap dengan dibawa kapal tanker. Permasalahan tersebut dapat terselesaikan setelah adanya Mou yang menyepakati bahwa masing-masing pihak akan memperoleh kepemilikan sebesar 45% untuk Pertamina dan sejumlah yang sama untuk Exxon Mobil. Sisanya sebesar 10% akan dibagi untuk pemerintah provinsi Jawa Timur sebesar 2,2%, pemerintah provinsi Jawa Tengah sebesar 1,9%, kabupaten Bojonegoro sebesar 4,4% dan kabupaten Blora sebesar 2,1%. Khusus untuk kepemilikan kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan PT Surya Energi Raya sehingga Pemda tidak mengeluarkan dana dari APBD. Peran Exxon sebagai operator utama blok Cepu itu akan dipegang selama 30 tahun sesuai dengan periode kontrak yang dimiliki Pengeboran yang akan dilaksanakan oleh PT. Exxon Mobile Oil terdapat di tiga lokasi, yaitu di Kec. Kota Bojonegoro, Kec. Kapas, dan Kec. Dander.
Dampak Sosial Ekonomi
Pengoperasian Blok Migas Cepu otomatis akan memberikan suatu dampak bagi kehidupan sosial-ekonomi Bojonegoro dan Jawa Timur. Dari segi ekonomi proyek ini akan memberikan stimulan bagi perekonomian Jawa Timur, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, kesempatan-kesempatan usaha baru serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Di sisi lain, dari aspek sosial masuknya tenaga-tenaga asing dan luar daerah pastinya akan menyebabkan terjadinya suatu benturan budaya dengan masyarakat lokal.
Dari temuan awal penelitian Blok Migas Cepu dampak ekonomi langsung yang positif yaitu peningkatan investasi dari kegiatan pembangunan di sektor konstruksi dan pengeboran sebesar US $ 2 milyar (selama 3 tahun) dan peningkatan kesempatan kerja sebesar 1.060 orang (selama 3 tahun). Sedangkan dampak negatif langsung dialami oleh sektor pertanian berupa lahan pertanian yang dibebaskan antara 422 Hektar – 700 Hektar, petani yang jadi pengangguran antara 1.755-2.909 orang dan produksi padi yang hilang per tahun antara 2.439-4.044 ton.
Dari temuan awal penelitian dampak sosial yang akan muncul antara lain :
1. Kemampuan penduduk lokal dalam mengakses sumber daya alam yang ada di wilayahnya cenderung tetap.
2. Kemampuan penduduk lokal melakukan diversifikasi usaha umumnya rendah karena keterbatasan pendidikan dan tidak dimilikinya ragam ketrampilan yang memadai untuk survival.
3. Terjadinya kesenjangan antara tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dengan kualitas SDM penduduk lokal.
4. Kemungkinan resistensi sosial dan konflik yang akan timbul dikalangan penduduk lokal umumnya dipicu oleh adanya perlakuan yang dinilai tidak adil dari dunia industri yang masuk ke wilayah setempat.
5. Industrialisasi dalam beberapa hal menyebabkan memudarnya daya kohesi sosial sesama penduduk lokal dan bahkan memicu timbulnya kecemburuan sosial.
Arahan Kedepan
Peran dari pemerintah harus sangatlah jelas dalam mengontrol seluruh aktivitas di Blok Cepu. Proses hukum harus ditingkatkan, permasalahan kepemilikan Dokumen AMDAL harus diurus. Peningkatan SDM di daerah terutama di Blok Cepu harus ditingkatkan seiringan dengan tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dan keterampilan masyarakat sekitar.
sumber : http://www.aji-prihantoro.co.cc/2010/11/pertumbuhan-penduduk-lokal.html
PENDUDUK LOKAL
Kita ambil salah satunya penduduk lokal didaerah bojonegoro . Wilayah Kabupaten Bojonegoro dibelah oleh Sungai Bengawan Solo dari barat sampai ke timur. Sektor petanian mempunyai dominasi yang cukup besar dalam meningkatkan potensi daerah. Salah satu potensi yang dimiliki kabupaten Bojonegoro adalah kayu jati yang dapat diolah menjadi karya – karya seni ukir, mebel dan kerajinan tangan. Adapun desa-desa yang termasuk dalam lokasi proyek CPF blok Migas Cepu adalah Bonorejo, Gayam, Brabohan, Ringin Tunggal, Mojodelik, dan Begadon. Semuanya berada di Kecamatan Ngasem. Semakin tipisnya minyak bumi menyebbkan harganya semakin meningkat serta potensi Blok Migas Cepu berada berada di wilayah Bojonegoro dan Jawa Tengah dengan potensi cadangan minyak bumi cadangan minyak mentah sampai 250 juta barrel dengan nilai produksi harian antara 140-200 ribu barrel/hari dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian nasional.
Proses Konversi
Rencana awal pengembangan blok cepu secara umum mulai dari tahap eksplorasi sampai pengapalan minyak di lepas pantai Tuban dengan melalui jaringan pipa di darat (Onshoer) sepanjang 76 kilometer serta jaringan pipa di laut (offshore) sepanjang 26 km. Setelah itu minyak akan diolah di Cilacap dengan dibawa kapal tanker. Permasalahan tersebut dapat terselesaikan setelah adanya Mou yang menyepakati bahwa masing-masing pihak akan memperoleh kepemilikan sebesar 45% untuk Pertamina dan sejumlah yang sama untuk Exxon Mobil. Sisanya sebesar 10% akan dibagi untuk pemerintah provinsi Jawa Timur sebesar 2,2%, pemerintah provinsi Jawa Tengah sebesar 1,9%, kabupaten Bojonegoro sebesar 4,4% dan kabupaten Blora sebesar 2,1%. Khusus untuk kepemilikan kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan PT Surya Energi Raya sehingga Pemda tidak mengeluarkan dana dari APBD. Peran Exxon sebagai operator utama blok Cepu itu akan dipegang selama 30 tahun sesuai dengan periode kontrak yang dimiliki Pengeboran yang akan dilaksanakan oleh PT. Exxon Mobile Oil terdapat di tiga lokasi, yaitu di Kec. Kota Bojonegoro, Kec. Kapas, dan Kec. Dander.
Dampak Sosial Ekonomi
Pengoperasian Blok Migas Cepu otomatis akan memberikan suatu dampak bagi kehidupan sosial-ekonomi Bojonegoro dan Jawa Timur. Dari segi ekonomi proyek ini akan memberikan stimulan bagi perekonomian Jawa Timur, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja, kesempatan-kesempatan usaha baru serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Di sisi lain, dari aspek sosial masuknya tenaga-tenaga asing dan luar daerah pastinya akan menyebabkan terjadinya suatu benturan budaya dengan masyarakat lokal.
Dari temuan awal penelitian Blok Migas Cepu dampak ekonomi langsung yang positif yaitu peningkatan investasi dari kegiatan pembangunan di sektor konstruksi dan pengeboran sebesar US $ 2 milyar (selama 3 tahun) dan peningkatan kesempatan kerja sebesar 1.060 orang (selama 3 tahun). Sedangkan dampak negatif langsung dialami oleh sektor pertanian berupa lahan pertanian yang dibebaskan antara 422 Hektar – 700 Hektar, petani yang jadi pengangguran antara 1.755-2.909 orang dan produksi padi yang hilang per tahun antara 2.439-4.044 ton.
Dari temuan awal penelitian dampak sosial yang akan muncul antara lain :
1. Kemampuan penduduk lokal dalam mengakses sumber daya alam yang ada di wilayahnya cenderung tetap.
2. Kemampuan penduduk lokal melakukan diversifikasi usaha umumnya rendah karena keterbatasan pendidikan dan tidak dimilikinya ragam ketrampilan yang memadai untuk survival.
3. Terjadinya kesenjangan antara tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dengan kualitas SDM penduduk lokal.
4. Kemungkinan resistensi sosial dan konflik yang akan timbul dikalangan penduduk lokal umumnya dipicu oleh adanya perlakuan yang dinilai tidak adil dari dunia industri yang masuk ke wilayah setempat.
5. Industrialisasi dalam beberapa hal menyebabkan memudarnya daya kohesi sosial sesama penduduk lokal dan bahkan memicu timbulnya kecemburuan sosial.
Arahan Kedepan
Peran dari pemerintah harus sangatlah jelas dalam mengontrol seluruh aktivitas di Blok Cepu. Proses hukum harus ditingkatkan, permasalahan kepemilikan Dokumen AMDAL harus diurus. Peningkatan SDM di daerah terutama di Blok Cepu harus ditingkatkan seiringan dengan tuntutan kebutuhan profesionalisme dunia industri dan keterampilan masyarakat sekitar.
sumber : http://www.aji-prihantoro.co.cc/2010/11/pertumbuhan-penduduk-lokal.html
pertumbuhan penduduk dunia
PERTUMBUHAN PENDUDUK DUNIA
Oleh : Fadhil ZA
Setelah perang dunia berakhir ditahun 1945, penduduk dunia terus berkembang dengan pesat. Berbagai penyakit, peperangan yang muncul sesudah PD 2, bencana alam dan program KB yang dicanangkan dibeberapa Negara tidak mampu menahan laju pertumbuhan penduduk dunia. Menurut situs GeoHive pada tahun 1950 jumlah penduduk dunia kurang lebih 2,5 milyar jiwa. Tahun 2008 ini telah mencapai 6,7 milyar jiwa dan diperkirakan tahun 2012 nanti akan menembus angka 7 milyar jiwa. Menurut perkiraan GeoHive tahun 2050 nanti penduduk dunia akan mencapai 9,5 milyar jiwa.
Populasi penduduk dunia pada tahun 1950 dan tahun 2008 menurut situs GeoHive adalah seperti pada tabel dibawah ini
Tahun 2008 ini populasi penduduk Indonesia menduduki peringkat 4 sesudah USA, populasi terbanyak berada didaratan China. Dari 6,7 Milyard penduduk dunia dewasa ini berapa persenkah yang ber-Iman dan yakin pada Allah dan kehidupan akhirat? Dari 5 besar Negara yang populasi penduduknya terbanyak diatas, mayoritas penduduknya adalah non Muslim, Hanya Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim.
Dewasa ini paham materialis yang sangat mendewa dewakan kehidupan dunia masih sangat dominan. Bahkan beberapa Negara besar didunia cenderung menganut paham sekular yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama. Dengan seringnya terjadi kericuhan, keributan antara umat beragama baik antara sesama pemeluk agama tertentu maupun antara umat lain agama didunia ini maka paham sekular semakin mendapat tempat di negara negara barat.
SUMBER : http://www.fadhilza.com/2008/11/tadabbur/pertumbuhan-penduduk-dunia.html
Oleh : Fadhil ZA
Setelah perang dunia berakhir ditahun 1945, penduduk dunia terus berkembang dengan pesat. Berbagai penyakit, peperangan yang muncul sesudah PD 2, bencana alam dan program KB yang dicanangkan dibeberapa Negara tidak mampu menahan laju pertumbuhan penduduk dunia. Menurut situs GeoHive pada tahun 1950 jumlah penduduk dunia kurang lebih 2,5 milyar jiwa. Tahun 2008 ini telah mencapai 6,7 milyar jiwa dan diperkirakan tahun 2012 nanti akan menembus angka 7 milyar jiwa. Menurut perkiraan GeoHive tahun 2050 nanti penduduk dunia akan mencapai 9,5 milyar jiwa.
Populasi penduduk dunia pada tahun 1950 dan tahun 2008 menurut situs GeoHive adalah seperti pada tabel dibawah ini
Tahun 2008 ini populasi penduduk Indonesia menduduki peringkat 4 sesudah USA, populasi terbanyak berada didaratan China. Dari 6,7 Milyard penduduk dunia dewasa ini berapa persenkah yang ber-Iman dan yakin pada Allah dan kehidupan akhirat? Dari 5 besar Negara yang populasi penduduknya terbanyak diatas, mayoritas penduduknya adalah non Muslim, Hanya Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim.
Dewasa ini paham materialis yang sangat mendewa dewakan kehidupan dunia masih sangat dominan. Bahkan beberapa Negara besar didunia cenderung menganut paham sekular yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama. Dengan seringnya terjadi kericuhan, keributan antara umat beragama baik antara sesama pemeluk agama tertentu maupun antara umat lain agama didunia ini maka paham sekular semakin mendapat tempat di negara negara barat.
SUMBER : http://www.fadhilza.com/2008/11/tadabbur/pertumbuhan-penduduk-dunia.html
Kebudayaan Barat
Kebudayaan Barat dan Timur
KEBUDAYAAN BARAT/TIMUR
A. Budaya.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan juga merupakan sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B. Kebudayaan Barat.
Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai western culture. Western culture diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yang berada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Mungkin karena perbedaan ras, Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian barat kita melainkan sebuah istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
Ada 3 ciri dominan dalam budaya Barat:
Yang pertama adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa
dilihat pada nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan
ekonomi. Yang kedua adalah “kebebasan”. Di Barat anak-anak berbicara terbuka di depan orang dewasa, orang-orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.Yang ketiga adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet,
satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
C. Kebudayaan Timur
Kebudayaan timur adalah lawan dari kebudayaan barat. Yang dimaksud disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan orang-orang eropa barat (bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur muncul sebagai pembeda dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Oleh karena itu muncullah sbeuah istilah barat dan timur.
Hal yang paling dominan dari kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh. Walaupun adat istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong, kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
D. Perbedaan budaya barat dan timur
Dari berbagai forum, situs, dan blog di internet ada beberapa hal yang menjadi pusat perbedaaan budaya barat dan timur.
Berdasarkan kebiasaan (dari Beberapa Kenyataan Yang Ada)
1. Opini
Orang Asia cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa untuk basa-basi.
2. Waktu.
Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, jika ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan. Orang Barat paling tidak suka jika janji tidak tepat waktu. Tidak hanya janji. Apaun yang berubungan dengan waktu mereka lebih tepat. Karena itu ada istilah time is money.
3. Gaya Hidup.
Orang Barat cenderung individualis, berbeda dengan orang Asia jika orang Asia khususnya Indonesia, semakin senang kalau tetap dekat dengan keluarga, teman atau orang lain.
4. Hubungan.
Karena orang Barat lebih individualis, maka dalam pertemanan ataupun bersosialisasi cenderung terbatas, berbeda dengan orang Asia dimana dalam bersosialisasi atau pertemanan lebih komplek. Terbukti dalam berbagai situs jejaring sosial.
5. Perayaan / pesta
Jika ada kenduri atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin kalau sedikit rasanya tidak afdol, bahkan ada yang buat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda, contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, tidak semua orang diundang, hanya kerabat dekat saja yang diundang.
6. Terhadap sesuatu yang Baru.
Orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta ingin tahu dan memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja, berbeda dengan orang Asia, kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, majadi tidak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, agar tidak tertinggal mode.
7. Anak
Di keluarga Barat, anak dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya, sudah hidup masing-masing berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja mengurus anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses.
8. Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Asia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal di negara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.
9. Atasan / Bos
Ini yang menarik, orang Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya. berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.
10. Masa Tua
Kalau orang Asia masa tua lebih banyak menyibukkan diri dengan cucu, kalau di Barat tidak ada namanya mengasuh cucu. Mungkin hanya sekedar datang menjenguk.
11. Transportasi.
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Asia, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.
12. Di tempat makan.
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, tidak rame dan seberisik orang Asia.
13. Wisata
Kalau lagi wisata, orang Asia paling suka photo-photo, beda sama orang barat, kalau ke tempat wisata lebih suka mengamati keindahan suasana daripada photo-photo.
14. Keindahan tubuh ideal.
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, makanya sering berjemur dipantai, beda kalau orang Asia terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih,
15. Menghadapi masalah.
Kalau orang Asia lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah.
16. Marah
Kalau orang Barat lagi marah, memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.
17. Percaya Diri.
Suka tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Asia.
18. Hari Minggu
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, beda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.
19. Makan
Umumnya orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan Utama, dan makanan penutup. Berbeda dengan kebiasaan orang asia yang langsung menyantap makanan utama.
20. Antrian
Orang Barat sata antri tertib dan lurus. Bahkan saat mereka mendapat urutan paling belakang. Tidak menyerobot. Berbeda dnegan orang timur yang kebiasaan antri dengan bergerombol.
Berdasarkan hal positif yang dapat diterapkan
a. Budaya Barat.
1. lebih selektif dalam berbagai bidang.
2. Mempunyai disiplin tinggi
3. Terus terang dan to the point.
b. Budaya Timur
4. Kebersamaan dalam hubungan lebih dipentingkan
5. Menjaga perasaan orang lain
6. Sopan santun
7. Penghargaan terhadap orang yang lebih tua.
8. Adat istiadat yang masih di pegang teguh
sumber : http://www.aji-prihantoro.co.cc/2010/11/kebudayaan-barat-dan-timur.html
KEBUDAYAAN BARAT/TIMUR
A. Budaya.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan juga merupakan sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B. Kebudayaan Barat.
Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai western culture. Western culture diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yang berada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Mungkin karena perbedaan ras, Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian barat kita melainkan sebuah istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
Ada 3 ciri dominan dalam budaya Barat:
Yang pertama adalah “penghargaan terhadap martabat manusia”. Hal ini bisa
dilihat pada nilai-nilai seperti: demokrasi, institusi sosial, dan kesejahteraan
ekonomi. Yang kedua adalah “kebebasan”. Di Barat anak-anak berbicara terbuka di depan orang dewasa, orang-orang berpakaian menurut selera masing-masing, mengemukakan pendapat secara bebas, tidak membedakan status sosial dsb.Yang ketiga adalah “penciptaan dan pemanfaatan teknologi” seperti pesawat jet,
satelit, televisi, telepon, listrik, komputer dsb. orang Barat menekankan logika dan ilmu. orang Barat cenderung aktif dan analitis.
C. Kebudayaan Timur
Kebudayaan timur adalah lawan dari kebudayaan barat. Yang dimaksud disini adalah sebuah kebudayaan diluar kebudayaan orang-orang eropa barat (bangsa eropa barat dan jajahannya). Kebudayaan timur muncul sebagai pembeda dari negara-negara yang pernah dijajah oleh bangsa eropa barat. Oleh karena itu muncullah sbeuah istilah barat dan timur.
Hal yang paling dominan dari kebudayaan timur adalah adat istiadat yang masih dipegang teguh. Walaupun adat istiadat saat ini mulai pudar dan berubah. Selain itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong, kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
D. Perbedaan budaya barat dan timur
Dari berbagai forum, situs, dan blog di internet ada beberapa hal yang menjadi pusat perbedaaan budaya barat dan timur.
Berdasarkan kebiasaan (dari Beberapa Kenyataan Yang Ada)
1. Opini
Orang Asia cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka tidak biasa untuk basa-basi.
2. Waktu.
Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, jika ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan. Orang Barat paling tidak suka jika janji tidak tepat waktu. Tidak hanya janji. Apaun yang berubungan dengan waktu mereka lebih tepat. Karena itu ada istilah time is money.
3. Gaya Hidup.
Orang Barat cenderung individualis, berbeda dengan orang Asia jika orang Asia khususnya Indonesia, semakin senang kalau tetap dekat dengan keluarga, teman atau orang lain.
4. Hubungan.
Karena orang Barat lebih individualis, maka dalam pertemanan ataupun bersosialisasi cenderung terbatas, berbeda dengan orang Asia dimana dalam bersosialisasi atau pertemanan lebih komplek. Terbukti dalam berbagai situs jejaring sosial.
5. Perayaan / pesta
Jika ada kenduri atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin kalau sedikit rasanya tidak afdol, bahkan ada yang buat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda, contohnya dalam acara pernikahan, benar-benar pemborosan, berbeda dengan orang Barat, tidak semua orang diundang, hanya kerabat dekat saja yang diundang.
6. Terhadap sesuatu yang Baru.
Orang Barat kalau ada sesuatu yang baru, tidak serta merta ingin tahu dan memiliki atau memakainya , hanya sekedar tahu saja, berbeda dengan orang Asia, kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, majadi tidak heran kalau orang Indonesia banyak yang konsumtive, agar tidak tertinggal mode.
7. Anak
Di keluarga Barat, anak dididik supaya mandiri semenjak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya, sudah hidup masing-masing berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sudah sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri, sampai usia dewasapun sang orang tua tetap masih aja mengurus anaknya, dengan harapan keturunan mereka bisa lebih langgeng dan sukses.
8. Trendi
Jika orang Barat lebih seneng sesuatu yang berbau traditional dan alami, kebalikannya kalau orang Asia belum disebut trendi kalau tidak bergaya ke barat-baratan, contoh : orang Asia lebih merasa gengsi kalau makan di tempat fast food, padahal di negara asalnya makanan tersebut bisa dibilang makanan biasa saja.
9. Atasan / Bos
Ini yang menarik, orang Asia umumnya memperlakukan atasan lebih dari yang lainnya. berbeda jika di Barat, atasan tidak terlalu menonjolkan diri sebagai yang punya kuasa penuh, tetap sejajar dengan bawahan, namun tetap punya kekuasaan dan diakui sebagai atasan.
10. Masa Tua
Kalau orang Asia masa tua lebih banyak menyibukkan diri dengan cucu, kalau di Barat tidak ada namanya mengasuh cucu. Mungkin hanya sekedar datang menjenguk.
11. Transportasi.
Dahulu orang Barat sewaktu muda lebih suka pakai mobil, sekarang malah lebih suka pakai sepeda, mungkin karena faktor pentingnya kesehatan berbeda dengan orang Asia, kalau dulu masih pakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus pakai mobil, kalau mampu lagi pakai supir pribadi.
12. Di tempat makan.
Ditempat makan, kalau orang Barat cenderung tertib jika sedang makan, tidak rame dan seberisik orang Asia.
13. Wisata
Kalau lagi wisata, orang Asia paling suka photo-photo, beda sama orang barat, kalau ke tempat wisata lebih suka mengamati keindahan suasana daripada photo-photo.
14. Keindahan tubuh ideal.
Orang Barat merasa ideal punya warna kulit tubuh kecoklat-coklatan, makanya sering berjemur dipantai, beda kalau orang Asia terutama orang Indonesia, malah sangat mendambakan warna kulit putih,
15. Menghadapi masalah.
Kalau orang Asia lebih umum berpikiran bagaimana supaya bisa menghindari masalah, berbeda dengan orang Barat, bagaimana jika saya menghadapi suatu masalah.
16. Marah
Kalau orang Barat lagi marah, memang benar-benar marah, beda kalau orang Asia lebih banyak memedam amarah, terkadang ada istilah dibalik senyuman ada kebencian.
17. Percaya Diri.
Suka tidak suka orang Barat lebih percaya diri dibanding orang Asia.
18. Hari Minggu
Orang Asia lebih suka menghabiskan waktu hari libur Sabtu dan Minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke Mall, nonton bisokop, beda dengan orang Barat, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding pergi jalan-jalan.
19. Makan
Umumnya orang Barat makan dibagi 3, makan pembuka, makanan Utama, dan makanan penutup. Berbeda dengan kebiasaan orang asia yang langsung menyantap makanan utama.
20. Antrian
Orang Barat sata antri tertib dan lurus. Bahkan saat mereka mendapat urutan paling belakang. Tidak menyerobot. Berbeda dnegan orang timur yang kebiasaan antri dengan bergerombol.
Berdasarkan hal positif yang dapat diterapkan
a. Budaya Barat.
1. lebih selektif dalam berbagai bidang.
2. Mempunyai disiplin tinggi
3. Terus terang dan to the point.
b. Budaya Timur
4. Kebersamaan dalam hubungan lebih dipentingkan
5. Menjaga perasaan orang lain
6. Sopan santun
7. Penghargaan terhadap orang yang lebih tua.
8. Adat istiadat yang masih di pegang teguh
sumber : http://www.aji-prihantoro.co.cc/2010/11/kebudayaan-barat-dan-timur.html
KEBUDAYAAN LOKAL
Kesenian Indonesia Pukau Bosnia
Kesenian Indonesia berupa tari tarian seperti tari Kuala Deli Mak Inang, Tor-tor Tandok, Sekar Jagad, Siutte Manis, Jaipongan Ronggeng Beken, Ngarojeng, dan Jejer Jaran Dawuk tampil memukau di kota Lukavac Premier Propinsi Tusla, Bosnia Herzegovina.
Sekretaris Kedua Pensosbud, KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita kepada koresponden ANTARA News London, Rabu mengatakan pertunjukan mendapat sambut meriah hadirin yang memadati tenda raksasa yang khusus dibangun untuk acara pertunjukan seni dan bussines KBRI Budapest .
Tim kesenian Indonesia juga menampilkan musik Gondang Batak dan Rindik Bali dalam acara pembukaan paviliun Indonesia di arena Pameran Turisme Internasional Lukavac.
Para penari dan pemusik yang ambil bagian dalam acara tersebut diantaranya delapan penari yaitu Nikolet Agonac, Sebastian Purwanto, Renata dan Bianka Permadi, Veronica Kis, Alexander Riyanto, Virag Polgar dan Riskanty Kanaan serta enam pemusik yaitu Gabor Nemeth, Peter Silagyi, Andras Terfy, Jarot Raharjo, Agus Rohman dan Yudhi Gunawan.
Dalam tenda tertutup dan agak panas, Musik gondang Batak menampilkan dua lagu yakni Sigulempong dan Sinanggar Tulo tidak mengurangi antusiasme penonton untuk mengikuti pagelaran hingga selesai.
Bahkan pada akhir acara, para penonton berebut naik ke atas panggung untuk berfoto bersama penari dan pemusik.
Walikota Lukavac, Dzevad Mujkic dan Direktur Lukavac Fair, Huhanovic, menyampaikan terima kasihnya kepada KBRI Budapest atas pagelaran seni budaya tersebut dan menyampaikan undangan agar KBRI Budapest dapat kembali berpartisipasi pada kegiatan yang sama untuk tahun depan.
Tujuh tarian dan dua musik tradisional memukau para penonton, diantaranya para pejabat Propinsi Tusla dan kota Lukavac yang memberikan sambutan riuh-gemuruh.
Pagelaran tari dan musik ini mendapatkan liputan media dan televisi Bosnia Herzegovina, Annie Puspa Rosita.
sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/05/12/12015888/Kesenian.Indonesia.Pukau.Bosnia
Kesenian Indonesia berupa tari tarian seperti tari Kuala Deli Mak Inang, Tor-tor Tandok, Sekar Jagad, Siutte Manis, Jaipongan Ronggeng Beken, Ngarojeng, dan Jejer Jaran Dawuk tampil memukau di kota Lukavac Premier Propinsi Tusla, Bosnia Herzegovina.
Sekretaris Kedua Pensosbud, KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita kepada koresponden ANTARA News London, Rabu mengatakan pertunjukan mendapat sambut meriah hadirin yang memadati tenda raksasa yang khusus dibangun untuk acara pertunjukan seni dan bussines KBRI Budapest .
Tim kesenian Indonesia juga menampilkan musik Gondang Batak dan Rindik Bali dalam acara pembukaan paviliun Indonesia di arena Pameran Turisme Internasional Lukavac.
Para penari dan pemusik yang ambil bagian dalam acara tersebut diantaranya delapan penari yaitu Nikolet Agonac, Sebastian Purwanto, Renata dan Bianka Permadi, Veronica Kis, Alexander Riyanto, Virag Polgar dan Riskanty Kanaan serta enam pemusik yaitu Gabor Nemeth, Peter Silagyi, Andras Terfy, Jarot Raharjo, Agus Rohman dan Yudhi Gunawan.
Dalam tenda tertutup dan agak panas, Musik gondang Batak menampilkan dua lagu yakni Sigulempong dan Sinanggar Tulo tidak mengurangi antusiasme penonton untuk mengikuti pagelaran hingga selesai.
Bahkan pada akhir acara, para penonton berebut naik ke atas panggung untuk berfoto bersama penari dan pemusik.
Walikota Lukavac, Dzevad Mujkic dan Direktur Lukavac Fair, Huhanovic, menyampaikan terima kasihnya kepada KBRI Budapest atas pagelaran seni budaya tersebut dan menyampaikan undangan agar KBRI Budapest dapat kembali berpartisipasi pada kegiatan yang sama untuk tahun depan.
Tujuh tarian dan dua musik tradisional memukau para penonton, diantaranya para pejabat Propinsi Tusla dan kota Lukavac yang memberikan sambutan riuh-gemuruh.
Pagelaran tari dan musik ini mendapatkan liputan media dan televisi Bosnia Herzegovina, Annie Puspa Rosita.
sumber : http://oase.kompas.com/read/2010/05/12/12015888/Kesenian.Indonesia.Pukau.Bosnia
Subscribe to:
Posts (Atom)
